Respons Pertumbuhan Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Aplikasi Ekstrak Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Secara In Vitro

Penulis

  • Endang Nurcahyani Universitas Lampung
  • Addina Mutiarahma Universitas Lampung
  • Enur Azizah Universitas Lampung
  • Yulianty Universitas Lampung

Kata Kunci:

Growth, In Vitro, PGR, Solanum tuberosum, Vigna radiata

Abstrak

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas pangan penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produksi bibit berkualitas masih menghadapi kendala berupa risiko kontaminasi patogen dan keterbatasan metode perbanyakan konvensional. Kultur jaringan secara in vitro menjadi solusi yang efektif, namun masih bergantung pada zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetik yang mahal dan berpotensi mencemari lingkungan. Ekstrak kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) dapat menjadi solusi alternatif sebagai ZPT alami karena lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) sebagai ZPT alami terhadap pertumbuhan planlet kentang secara in vitro dan menentukan konsentrasi yang paling optimal. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau yaitu 0% (kontrol), 2%, 4%, 6%, dan 8%, masing-masing dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase planlet hidup, visualisasi planlet, tinggi planlet, jumlah daun, panjang akar, dan kerapatan stomata setelah dua minggu penanaman. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh planlet pada semua perlakuan hidup 100%. Pemberian ekstrak kecambah kacang hijau tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi planlet, jumlah daun, dan panjang akar, namun berpengaruh nyata terhadap kerapatan stomata. Konsentrasi 4% menghasilkan kerapatan stomata tertinggi sebesar 265,35 stomata/mm².

Referensi

Azhari, N. U., Nurcahyani, E., Yulianty., and Irawan, B. 2024. In Vitro Growth of Caisin (Brassica rapa L.) Plantlet using Shallot (Allium cepa L.) Extract in Hyponex Medium. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity. 8(2): 68-75.

Badan Pusat Statistik. 2024. Statistik Hortikultura Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Fatana, D., Suharli, L., dan Sandra, E. 2024. Pembuatan Media MS (Murashige and Skoog) dengan Tambahan Konsentrasi ZPT secara In Vitro. Jurnal Satwa Tumbuhan Indonesia, 1(1): 9-14.

George, E.F., Hall, M.A., and De Klerk, G.J. 2018. Plant Propagation by Tissue Culture. Springer.

Harsono, N. A., Bayfurqon, F. M., dan Azizah, E. 2021. Pengaruh Periode Simpan dan Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Timun Apel (Cucumis sp.). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(1): 350-362.

Hwang, I., Sheen, J., and Müller, B. 2012. Cytokinin Signaling Networks. Annual Review of Plant Biology, 63: 353–380.

Ismadi., Annisa, K., Nazirah, L., Nilahayati., dan Maisura. 2021. Karakterisasi Morfologi dan Hasil Tanaman Kentang Varietas Granola dan Kentang Merah Yang Dibudidayakan di Bener Meriah Provinsi Aceh. Jurnal Agrium, 18(1): 63-71.

Jayanti, F. D., Duryat, dan Bintoro, A. 2019. Pengaruh Ekstrak Tauge dan Bawang Merah pada Pertumbuhan Bibit Gaharu (Aquilaria malaccensis). Jurnal Belantara, 2(1): 70–75.

Kadapi, M., Sunarso, C., Erizon, M. S., Maharani, N. D., Hakim, M. S., dan Zahra, I. H. 2024. Teknologi Kultur In Vitro untuk Meningkatkan Produksi Metabolit Sekunder pada Berbagai Tanaman Obat. Jurnal Agrosains dan Teknologi, 9(1): 18-29.

Mulyono., Syah, M. J. A., Sayekti, A. L., dan Hilman, Y. 2017. Kelas Benih Kentang (Solanum tuberosum L.) Berdasarkan Pertumbuhan, Produksi, dan Mutu Produk. Jurnal Hortikultura, 27(2): 209-216.

Nurcahyani, E., B. Hadisutrisno, I. Sumardi, dan E. Suharyanto. 2014. Identifikasi galur planlet vanili (Vanili planifolia Andrews) resisten terhadap infeksi Fusarium oxysporum f. sp. vanillae hasil seleksi in vitro dengan asam fusarat. Prosiding Seminar Nasional: “Pengendalian Penyakit pada Tanaman Pertanian Ramah Lingkungan”. Perhimpunan Fitopatologi Indonesia Komda Joglosemar-Fakultas Pertanian UGM. ISBN 978-602-71784-0-3./2014. pp 272-279.

Primawati, R., dan Daningsih, E. 2022. Distribusi dan Luas Stomata pada Enam Jenis Tanaman Dikotil. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(1): 27-33.

Rademacher, W. 2015. Plant Growth Regulators: Backgrounds and Uses in Plant Production. Journal of Plant Growth Regulation, 34(4): 845-872.

Ramadhanty, T. 2019. Pertumbuhan Planlet Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) Kultivar Laura Secara In Vitro dengan Pemberian Ekstrak Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Medium Murashige dan Skoog. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 19(3): 20-27.

Roychoudhry, S., and Kepinski, S. 2022. Auxin in Root Development. Cold Spring Harbor Perspectives in Biology, 14(4): 1-23.

Sabatini, A. P., Nurcahyani, E., dan Yulianty, R. A. 2022. Respon Planlet Anggrek Cattleya sp. Hasil Seleksi In Vitro Terhadap Cekaman Kekeringan dengan Polietilenglikol (PEG) 6000. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity, 6(2): 61-67.

Setiawati, T., Zahra, A., Budiono, R., dan Nurzaman, M. 2018. Perbanyakan in Vitro Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L. cv. Granola) dengan Penambahan meta-topolin pada Media Modifikasi MS (Murashige and Skoog). Jurnal Metamorfosa, 5(1): 44-50.

Sunandar, Anggraeni, N., Faizin, A. N. A., dan Ikhwan, A. 2017. Kuantifikasi Metabolit Sekunder pada Ekstrak Kecambah Kacang Hijau, Kacang Tunggak, dan Kacang Tanah dengan Teknik GC-MS. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 677-683.

Ulfa, F. 2014. Peran Senyawa Bioaktif Tanaman sebagai Zat Pengatur Tumbuh dalam Memacu Produksi Umbi Mini Kentang (Solanum tuberosum L.) pada Sistem Budidaya Aeroponik. Disertasi Program Studi Ilmu Pertanian Pasca Sarjana. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Wei, H., Jing, Y., Zhang, L., and Kong, D. 2021. Phytohormones and Their Crosstalk in Regulating Stomatal Development and Patterning. Journal of Experimental Botany, 72(7): 2356-2370.

Widyastuti, N., dan Deviyanti, J. 2018. Kultur Jaringan: Teori dan Praktik Perbanyakan Tanaman Secara In-Vitro. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Xue, Z., Wang, C., Zhai, L., Yu, W., Chang, H., Kou, X., and Zhou, F. 2016. Bioactive Compounds and Antioxidant Activity of Mung Bean (Vigna radiata L.), Soybean (Glycine max L.) and Black Bean (Phaseolus vulgaris L.) during the Germination Process. Czech Journal of Food Sciences, 34(1): 68–78.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-22

Cara Mengutip

Nurcahyani, E., Mutiarahma, A., Azizah, E., & Yulianty. (2026). Respons Pertumbuhan Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Aplikasi Ekstrak Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Secara In Vitro. BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu, 5(3), 176–185. Diambil dari https://www.journal.mediapublikasi.id/index.php/bullet/article/view/6281