Pengaruh Giberelin Dan MOL Bonggol Pisang Batu Terhadap Pertumbuhan Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.)

Penulis

  • Istiqomah Universitas Lampung
  • Endang Nurcahyani Universitas Lampung
  • Yulianty Universitas Lampung
  • Mahfut Universitas Lampung

Kata Kunci:

Cabai Merah Besar, Giberelin, Pisang Batu, Zat Pengatur Tumbuh, Pertumbuhan

Abstrak

Cabai merah besar (capsicum annuum L.) merupakan tanaman herba yang memiliki rasa pedas dan menjadi salah satu jenis cabai yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, terutama dalam skala rumah tangga sebesar 61%. Oleh karena itu, peningkatan produksi cabai merah besar perlu dilakukan, salah satunya melalui pemberian giberelin dan Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang Batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian giberelin (GA3) dan MOL bonggol pisang Batu terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah besar, mengetahui konsentrasi yang paling efektif, serta melihat interaksi antara keduanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2024 di Laboratorium Botani, FMIPA, Universitas Lampung, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah giberelin dengan dua taraf konsentrasi (0% dan 10%), dan faktor kedua MOL bonggol pisang Batu dengan tiga taraf konsentrasi (0%, 10%, dan 20%) dengan lima kali ulangan, sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang akar, berat basah, berat kering, kadar air relatif, kandungan klorofil, dan visualisasi daun. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji Tukey 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi GA3 10% dan MOL 20% berpengaruh terhadap berat basah, berat kering, serta klorofil a, b, dan total, sedangkan kontrol berpengaruh pada tinggi tanaman, panjang akar, dan kadar air relatif.  

Referensi

Admaja, W., Sulistyowati, H. dan Sarbino. 2014. Pengaruh Campuran Hormon Organik dan Pupuk Organik Cair terhadap Peningkatan Daya Tumbuh Bibit Stum Mata Tidur Tanaman Karet. Jurnal Untan. 4(2): 18-21.

Agustina, S., Widoyo and Hidayah, H.A. 2014. Analisis Fenetik Kultivar Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.). Jurnal Script Biologica. 1(1): 117-125.

Alfandi dan Deden. 2016. Pengaruh Konsentrasi Gibberellic Acid (GA3) dan MOL Fermentasi Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pertumbuhan Cabai Merah (Capsicum annuum L). Jurnal Logika. 16(1): 19 -25.

Arifin, Z. P.,Yudono, dan Toekijo. 2011. Pengaruh Konsentrasi GA3 Terhadap Pembungaan dan Kualitas Benih Cabai Merah Keriting. Jurnal Ilmu Pertanian. 10(2): 1-13.

Atika. R., Bayu, E.S., dan Kardhinata, E.M. 2018. Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Dengan Pemberian Giberelin di Lahan salin. Jurnal Pertanian Tropik. 5(3): 384–390.

Dewi, S.M,Yuwariah, Y., Qosim, W.A, dan Ruswandi, D. 2019. Pengaruh cekaman kekeringan terhadap hasil dan sensitivitas tiga genotip jawawut. Jurnal Kultivasi. 18 (3): 933-941.

Driyunitha. 2016. Efektivitas Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Varietas Lokal. Jurnal AgroSain. 7(2): 45-5.

Havlin JL., Beaton JD., Tisdale SL., Nelson WL.2005. Soil Fertility and Fertilizer : An Introduction to Nutrient Management. 7th ed .New Jersey: Pearson Education, Inc.

Kesumaningwati, R. 2016. Penggunaan MOL Bonggol Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Dekomposer untuk Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit. Jurnal Ziraa’ah, 40(1): 40-45.

Kurniawan, B. A., Fajriani, S., dan Arifin. 2014. Pengaruh Jumlah Pemberian Air Terhadap Respon Pertumbuhan The Effect Of Giving Water Levels To Response Of The Growth And Yield For Tobacco (Nicotiana tabaccum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 2(1): 59–64.

Melissa. S, dan Rosiyah. 2014. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Terhadap Pemberian Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) dari Akar Bambu Dan Urine Kelinci. Jurnal Agroscience. 4(3): 109-11.

Nazari, A.P.D, Eliyanil, dan Akbar. 2022. Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) dengan Pemberian Mikoriza dan Mikroorganisme bonggol Pisang. ZIRAA’AH, 47(1): 87-94.

Nurahmi, E., Mahmud, T. dan Rossiana, S. 2011. Efektivitas Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah. Jurnal Floratek. 6(2):158- 164.

Pertiwi, N. M., Tahrir, M., and Same, M. 2016. Respon Pertumbuhan Benih Kopi Robusta terhadap Waktu Perendaman dan Konsentrasi Giberelin (GA3). Jurnal Agro Industri Perkebunan. 4(1): 1–11.

Setianingsih, R. 2009. Kajian Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Mikro Organisme Lokal (MOL) dalam Primming Umur Bibit dan Peningkatan Daya HasilTanaman Padi (Oryza sativa L.): Uji Coba Penerapan System of Rice Intensification (SRI). Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSB). Daerah Istimewa Yogyakarta. 12–14.

Sundahri, S., Tyas, H.N. and Setiyono, S. 2017. Efektivitas Pemberian GiberelinTerhadap Pertumbuhan dan Produksi Tomat. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science). 14(1): 42–47.

Suhastyo, A. A. 2011. Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal (MOL) yang Digunakan Pada Budidaya Padi Metode SRI. Bogor: Bogor Agricultural University. 10 (2): 29-39.

Yuliana L. R., Nababan, Wati, D., dan Pinem, M. I. 2021. Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.). JURNAL AGROTEKDA. 5 (1). 231-246.

Yunita, F., Damhuri, D., dan Sudrajat, H. W. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Sayuran terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annum L.). Jurnal AMPIBI. 1 (3): 47-55.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-01

Cara Mengutip

Istiqomah, Nurcahyani, E., Yulianty, & Mahfut. (2026). Pengaruh Giberelin Dan MOL Bonggol Pisang Batu Terhadap Pertumbuhan Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.). BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu, 5(1), 1–8. Diambil dari https://www.journal.mediapublikasi.id/index.php/bullet/article/view/5948