Strategi Peningkatan Pendapatan Melalui Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan Pada Wahana Agro Wisata Pelangi
Kata Kunci:
Peningkatan Pendapatan, Tata Kelola PerusahaanAbstrak
Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dalam pengelolaan fasilitas wahana bermain di Agro Wisata Pelangi, dengan fokus pada dampaknya terhadap kinerja operasional dan kepuasan pengunjung. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa penerapan prinsip tata kelola utama akuntabilitas, transparansi, tanggung jawab, dan kewajarantelah berkontribusi pada pengelolaan organisasi yang terstruktur, prosedur operasional yang jelas, serta pelaporan keuangan yang rutin. Namun, terdapat tantangan dalam mempertahankan transparansi, terutama dalam penyampaian informasi terkait biaya tambahan dan aspek keselamatan kepada pengunjung. Manajemen strategis yang mengintegrasikan pengembangan agrowisata dengan pelibatan masyarakat lokal terbukti mampu mengoptimalkan pendapatan dan meningkatkan keterlibatan pengunjung. Korelasi positif antara tata kelola yang efektif dengan peningkatan jumlah pengunjung dan hasil keuangan menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Referensi
Ardika, I. W. (2003). Kepariwisataan budaya: Suatu pendekatan praktis. Denpasar: Universitas Udayana Press.
ASEAN Secretariat. (2016). ASEAN tourism strategic plan 2016–2025. Jakarta: ASEAN.
Briedenhann, J., & Wickens, E. (2004). Tourism routes as a tool for the economic development of rural areas. Tourism Management, 25(1), 55–68. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(03)00063-3
Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2008). Tourism: Principles and practice (4th ed.). Harlow: Pearson Education.
Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi.Yogyakarta: Andi.
Fennell, D. A. (2003). Ecotourism: An introduction (2nd ed.). London: Routledge.
Gössling, S., Hall, C. M., & Weaver, D. (2009). Sustainable tourism futures: Perspectives on systems, restructuring and innovations. London: Routledge.
Gunawan, H. (2012). Manajemen pariwisata berbasis komunitas. Jakarta: Prenadamedia Group.
Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. New York: Van Nostrand Reinhold.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2015). Guidelines for multinational enterprises. Paris: OECD.
Middleton, V. T. C., & Clarke, J. (2001). Marketing in travel and tourism. Oxford: Butterworth-Heinemann.
Mill, R. C., & Morrison, A. M. (2006). The tourism system (5th ed.). Dubuque: Kendall Hunt.
Mowforth, M., & Munt, I. (2009). Tourism and sustainability: Development, globalisation and new tourism in the third world (3rd ed.). London: Routledge.
Swarbrooke, J. (1999). Sustainable tourism management. Wallingford: CABI Publishing.
Sharpley, R. (2000). Tourism and sustainable development: Exploring the theoretical divide. Journal of Sustainable Tourism, 8(1), 1–19.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D (3rd ed.). Bandung: Alfabeta.
Timothy, D. J., & Tosun, C. (2003). Tourism and community development. London: Routledge.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
World Tourism Organization. (2018). Tourism for development – Volume II: Good practices. Madrid: UNWTO.
Yoeti, O. A. (2008). Pengantar ilmu pariwisata. Bandung: Angkasa.












